Penjelasan Bunga Wijaya Kusuma

4 min read

bunga wijaya kusuma

Bunga wijaya Kusuma – bunga wijaya kusuma atau yang lebeih terkenal dengan sebutan midnight merupakan salah satu bunga memiliki keunikan serta cerita mistis di dalamnya.

Bunga wijaya kusuma bunga akan mekar di tengah malam dan akan melayu kembali di pagi hari, pada saat mekar di malam hari mengelurkan aroma wangi yang sangat,  untuk jenis pohon ini sebenarnya masih tergolong keluarga kaktus, dan sangat terkenal di kalangan masyarakat.

Selain bunga yang unik indah bunga ini menyimpan mitos yang sampai saat ini belum habis untuk di bahas.

Konon di Indonesia memilikimitos tentang bunga ini serta bunga kantil, pada saat zaman kerajaan, ketika para raja akan meningkatkan tahta maka salah satu syaratnya harus mencarai bungan ini dengan keadaan mekar.

Adapun yang berpendapat bahwa siapa saja yang menjumpai bunga ini dengan keadaan mekara di tengah malam,maka di pastikan orang tersebut akan lancara dan melimpah riskinya.

Disini akan saya ulas beberapa:

Bunga Wijaya Kusuma Menurut Etomologi

 

wijaya kusuma menurut bahasa jawa memiliki dua makna yakni wijaya dan kusuma, dalam peratian bahasa jawa kuno, wijaya memiliki makna kemenangan keberhasilan kejayaan sedangkan kusuma bermakna bunga.

Cerita Rakyat Bunga Wijaya Kusuma

 

Pengertian cerita rakyat sendiri adalah bisa berupa legenda,fabel, sage,  atau mitos kejadian yang ceritanya tidak bisa di benarkan, atau tidak bisa di benarkan secara pasti di masyarakat, cerita yang berkemban di  masyarakat dan tidak pernah diketahui siapa yang memulai membuat carita tsb,

Bila kita lihat dari gambarnya wijaya kusuma memang sangat menggoda selain warna yang  inda aroma wangi dan bntuknya unik dari pada lain.

Bunga  yang memiliki nama latin Epiphyllum aguliger, keunian bunga ini hanya mekar di tengah malam dan waktunya tidak lama, tidak semua pohon bisa berkembang dengan baik.

Legenda Bunga Wijaya Kusuma

Pada zamn dahulu ada bunga langka, yakni setangkai bunga yang tidak pernah layu, konon bunga itu berhasiat tidak  sekedara menyembuhkan penyakit namun juga menghidupkan orang yang sudah meninggal.

Disuatu ketika pada zaman kerajaan di jawa seorang pemimpin menemukan wijaya kusuma ini, tumbuh di pulau bebatuan laut selatan,

Pada zaman itu, ada seorang raja bercita-cita menemukan bunga Wijaya Kusuma tumbuh di sebuah pulau karang di laut selatan.
“Saya berangan-angan! Saya tidak dapat mati!” teriak raja dalam tidurnya.
“Ada apa, Kanda? Siapa yang tidak dapat mati?” tanya permaisuri yang terbangun sebab teriakan sang raja.
“Ah, Dinda. Kita akan hidup selamanya.
Saya tahu di mana daerah Kembang Wijaya Kusuma berada,” jawab baginda yang kemudian menyebutkan tentang mimpinya.

Keesokan harinya, raja hal yang demikian langsung memanggil segala prajurit kepercayaannya. Raja memerintahkan untuk memetik Bunga Wijaya Kusuma yang tumbuh di Pulau Karang di Laut Selatan, yang diketahui sebagai Pulau Karang Badong.
“Namun Baginda, bunga itu tak dapat dipetik pada sembarang waktu,” kata penasihat istana.
“Apa maksudmu tak dapat dipetik sepanjang waktu?” tanya raja tak berbahagia.
“Maksudnya bunga itu cuma dapat dipetik dikala cuaca di langir sedang cemerlang dan Laut Selatan sedang hening…”
“Ah, kau sungguh bodoh, apabila saya menunggu saranmu, bunga itu telah diambil orang!” kata raja tidak bisa ditentang lagi.

Akibatnya, serombongan prajurit kerajaan berangkat meninggalkan istana menuju Laut Selatan. Hakekatnya, mereka pergi dengan dibayangi rasa takut.
Petugas istana pernah menyuarakan bahwa siapa malah yang melanggar pantangan akan memperoleh malapetaka, bukan panjang usia.

Sesampai di pantai Laut Selatan, perasaan mereka bertambah kecut.
Dikala itu, tinggi ombak pantai Laut Selatan setinggi bukit. Pulau Karang Badong yang ada di tengah samudera kadang nampak dan kadang lenyap terhalang gelombang. Suasana yang demikian memang bukan ketika yang ideal memenuhi instruksi raja.

Di tengah rasa linglung, mereka memperhatikan seorang nelayan duduk merenung sambil memandangi laut yang bergelora.
Para prajurit kerajaan itu langsung menghampirinya.
“Mengapa engkau duduk melamun seorang diri di sini? Mana nelayan yang lain?” tanya para punggawa utusan raja itu.
“Oh, maafkan hamba, Gusti.
“Hamba cuma sedang merenungi nasib,” jawab nelayan itu terbata-bata dan tak mengingat pertanyaan para utusan raja itu.
“Merenungi nasib? Memangnya mengapa dengan nasibmu?” desak para punggawa raja.
“Hamba benar-benar menjadi nelayan yang tidak bermanfaat, Gusti. Hamba seorang nelayan, melainkan tak mempunyai perahu,” ujar nelayan itu mengiba.

Mendengar jawaban nelayan itu, para utusan raja berseri-seri wajahnya. mereka menemukan pemecahan situasi sulit yang dihadapinya.
“Bagus, saya akan merubah nasibmu,” kata para utusan raja itu bersungguh-sungguh.
“Merubah nasib hamba, Gusti?”
“Benar. Jangankan perahu, lebih dari itu kau akan memilikinya Asalkan…”

“Asalkan apa, Gusti Katakanlah…,” sahut nelayan itu tidak tabah.
“Asal kau kapabel mengambil Kembang Wijaya Kusuma…,”
“Kembang Wijaya Kusuma yang tumbuh di Pulau Karang Badong itu, Gusti?” tegas nelayan itu.
“Benar, apakah kau tahu?”
“aku tahu, melainkan benar-benar membahayakan kini ini untuk pergi ke sana,” jawab nelayan itu.

Melainkan, pada walhasil, nelayan itu pergi sebab tergiur banyaknya hadiah yang akan diterima. Dengan menyewa perahu nelayan milik saudaranya,
nelayan itu nekat mencapai ganasnya ombak Pantai Laut Selatan menuju Pulau Karang Badong, daerah tumbuhnya Kembang Wijaya Kusuma.

Nelayan itu semestinya benar-benar mengerahkan semua keberanian dan kejagoannya supaya dapat hingga ke Pulau Karang Badong. Seperti hingga, nelayan itu pesat-kencang mendaki tebing tinggi untuk langsung dapat memetik bunga langka itu.

Akan tapi, demikian itu ia sukses memetiknya, tiba-tiba saja di sekelilingnya telah berdiri wajah-wajah angker. Wajah-wajah setan juga berkeinginan mempunyai bunga dewata supaya dapat hidup selamanya.
“Ha…apakah kau telah bosan hidup berani memetik bunga itu! Ayo serahkan bunga itu?” teriak setan-setan berwajah angker itu.
“Tak, bunga akan saya serahkan terhadap raja,” kata nelayan itu sambil berlari menerobos kepungan setan-setan itu dengan senjata parangnya.

Nelayan berlari menuju perahunya. Akan melainkan nelayan mengamati perahunya telah hancur dihantam ombak di antara baru karang

Kesudahannya,dikala para setan yang mengejarnya kian dekat,nelayan itu tak punya alternatif lagi.
“Oh Dewa, bantulah hambamu ini!” teriak nelayan itu dan kemudian menceburkan diri ke dalam ombak yang bergulung-gulung.
Tubuh nelayan karam dalam gulungan ombak. Tetapi jiwa nelayannya menghasilkan ia tak menyerah. Dengan sekuat energi, ia berenang meraih sebuah papan yang ternyata berasal dari pecahan perahu miliknya.

Nasib bagus masih bersama nelayan itu. Dengan memeluk erat-erat pecahan papan,tubuh nelayan itu ditemukan oleh para prajurit dalam kondisi sekarat. Tetapi, para utusan raja itu rupanya tak bertanggung jawab para utusan raja itu cuma mengambil Kembang Wijaya Kusuma, sementara tubuh nelayan yang malang itu diizinkan seperti itu saja.

Tapi, pada walhasil, raja dan punggawa yang sudah berani melanggar pantangan itu sepatutnya menanggung alhasil. Satu per satu prajurit raja itu mati tanpa dikenal sebabnya yang pasti. Sementara itu, raja sendiri menjadi sinting dan meninggalkan istana.

Nelayan yang semula demikian itu mengutuk para utusan raja yang sudah mengibulinya, hasilnya masih bisa berterima kasih. Ia berterima kasih sedangkan tak menerima perahu. Jiwanya masih selamat.

Lalu, bagaimana nasib Kembang Wijaya Kusuma itu? Bunga itu menghilang secara gaib,kembali terhadap para dewa.

Mitos Wijaya Kusuma

mitos bunga wijaya kusuma

bunga yang satu ini memiliki cerita mistis yang cukup terkenal di kalangan masyarakat, apalagui di pulau jawa, hal ini sesuai dengan naman bunga itu sendiri yang menyerupai nama salh satu raja,

selain itu kita tidak bisa mengetahui dengan pasti kapan bunga ini akan  mekar, mungki dari penjelasna di atas hanya di waktu malam hari, namun tidak bisa memastikan kapan bulan apa musim apa, jadi bagi anda yang bisa melihat wijaya kusuma mekar menjadi salah satu keberuntungan dalam hidup anda.

Karena banyak orang yang bertanya kapan bunga ini mekar, banyaknya orang yang jarang menemui mekaranya bunga wijaya maka sering disebut misteris.

Adapula sebagian masyarakat beranggapan barang siapa yang melihat secara langsung bunga wijaya ini mekar maka dipastikan riksunya akan lancara dalam hidupnya.

Selain banyak mitos yang terbalut di wijaya kusuma di balikitu banyak kandungan manfaat yang bisa membantu dalam kesehatan menyembuhkan penyakit.

Baca Juga manfaat bunga wijaya kusuma

Kandungan Bunga Wijaya Kusuma

bunga wijaya kusuma merah

 

Berikut beberapa kandungan yang ada dalam wijaya kusuma yang wajib anda ketahui.

  • Glukosa yang bisa di ambil dari rasa manis pada wijaya kusuma
  • Asam sitrat bunga juga mengandung rasa asam pada bunga
  • Memiliki PH netral
  • Juga mengandung mint yang bisa menyejukkan tenggorokan
  • dan masih banyak kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan

Adapun bagian bunga yang bisa digunakan untuk pengobatan yanitu terdapat di bunga dan daunnya saja, itulah beberapa ulasan tentang bunga wijaya kusumna yang bisa saya sampaikan semoga menambang pengetahuan dan ilmu bagi anda.

 

Hewan Karnivora

umar mahdi
1 min read

Hewan Tinggi

umar mahdi
3 min read

Hewan Unggas

umar mahdi
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *